Facebook

header ads

KUD Bukit Potalo Dampingan Project SPOI Tanoto Foundation Raih Sertifikat Minyak Sawit Berkelanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil / ISPO)

Dari kiri ke kanan: Rio Supriyatno (SDG & SPOI Project Manager Tanoto Foundation), Tarmizi (Kepala Desa Ukui Dua), Sahuri (Sekretaris KUD Bukit Potalo), Ir. Bambang MM (Ditjen Perkebunan), H. Atan K (Ketua KUD Bukit Potalo), Swester Ginting (Askep Plasma PT. IIS Asian Agri Kebun Ukui), & Tim Komisi ISPO.

Tiada kata terindah selain ucapan syukur, 
” الحمد لله رب العالمين “

Begitulah kondisi yang kiranya dapat menggambarkan keceriaan wajah para pengurus KUD Bukit Potalo, sebuah Koperasi Unit Desa yang berkedudukan di Desa Ukui Dua, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan - Riau.

Bagaimana tidak, sebab pada Senin, 10 Desember 2018, KUD Bukit Potalo mendapatkan Sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil Certificate), sebagai bukti komitmen petani dalam mendukung pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan. 

Sertifikat ISPO diserahkan secara langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Bambang, MM kepada Ketua KUD Bukit Potalo, Bapak Atan K, bertepatan dengan peringatan 61 Tahun Hari Perkebunan, yang dilaksanakan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Keberhasilan KUD Bukit Potalo meraih sertifikasi ISPO diputuskan dalam rapat Komisi ISPO setelah memenuhi beberapa syarat dan ketentuan, Seperti: legalitas koperasi dan lahan, penerapan praktik pengelolaan terbaik (good agricultural practices /GAP), kontribusi pada kelestarian lingkungan, tanggungjawab terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta aspek sosial. 

Namun, keberhasilan ini tidaklah didapat begitu saja, sebab ada banyak rentetan proses yang dilalui, yang kesemuanya tentu menguras waktu, keringat, maupun tenaga. Dimana proses tersebut dilalui selama 2 (dua) tahun belakangan ini. 

Program Sertifikasi ISPO KUD Bukit Potalo merupakan implementasi dari Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) yaitu inisiatif Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bersama United Nation Development Programme (UNDP), bekerja sama dengan Tanoto Foundation sebagai Funder Program, dan  Asian Agri sebagai pembina teknis praktik budidaya. 

Program Kemitraan antara UNDP - Tanoto Foundation - Asian Agri dimulai dari penentuan lokasi, kemudian Penerjunan Tim UNDP dilapangan guna melakukan avdokasi program kepada stakeholder didaerah,, lalu disusul Tim Project SPOI Tanoto Foundation yang berfokus pada penguatan kapasitas SDM dan manajemen koperasi, yang kemudian bergabung dan bekerjasama dengan Tim Plasma PT. Inti Indosawit Subur Kebun Ukui yang merupakan Pembina dari KUD Bukit Potalo.

Hadirnya Sertifikat ISPO ini sejatinya adalah bukti komitmen Petani dalam mendukung pengelolaan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan. Semoga kedepan hadirnya Sertifikat ISPO ini dapat memacu dan memotivasi kepada seluruh Petani Kelapa Sawit untuk turut menerapkan Prinsip Budidaya yang baik untuk mendukung Industri Sawit Berkelanjutan di Indonesia.

Post a Comment

0 Comments