Facebook

header ads

Ternyata Kelas Dapat di Jadikan Objek Penelitian

foto bersama para perserta dengan fasilitator serta tim Tanoto Foundation


Ada yang beda akhir pekan kali ini, biasanya kita mendampingi para fasilitator daerah atau yang biasa di singkat "fasda" memfasilitasi para peserta yang diikuti oleh  guru-guru, namun kali ini yang menjadi pesertanya bukan hanya guru tapi juga para dosen.


Para Dosen ini berasal dari 2  Lembaga Pendidik Tenaga Pendidikan (LPTK) di Riau, yakni UNRI dan UIN SUSKA Riau yang merupakan 2 dari 10 LPTK mitra Program Pintar Tanoto Foundation di Indonesia. Dimana 8 LPTK lainnya yaitu (UMSU, UISU, UNJA, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, UNS, UIN Walisongo, UNMUL, dan IAIN Samarinda)


Kedua Universitas melalui Para Dosen berkolaborasi dengan Guru-guru dampingan LPTK di latih melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kolaborasi ini bertujuan memadukan pemahaman Dosen ditataran Teoritis dan guru ditataran praktis. Sekaligus kolaborasi ini bertujuan untuk mensinergikan peningkatan mutu sekolah dan madrasah dengan LPTK sebagai lembaga penghasil guru. 


PTK dapat diartikan sebagai suatu proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. dan muara akhir dari semua proses ini adalah terciptanya Publikasi Ilmiah dalam konteks pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

Dan poin penting yang saya dapatkan saat ikut "nimbrung bareng" adalah bahwa Dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, peran guru dan dosen tidak hanya sekedar mengajar, namun juga dituntut untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di ruang kelas. Jadi, bagi para dosen dan guru tak perlu sebenarnya jauh-jauh melakukan penelitian, karena kelas ternyata dapat dijadikan objek penelitian.

Post a Comment

0 Comments